Sabtu, 28 Maret 2009

Yusverina Akhirnya Berobat Ke Malaysia

Mari Bantu Saudara kita


Alhamdulillah.. Akhirnya setelah sekian lama BSMI cabang Banda Aceh menjadi fasilitator dan mencari donatur untuk pengobatan Yusverina (Pasien Lumpuh dan penderita Ulcus Decubitus selama 11 tahun) dapat juga diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia tepatnya RS An Nur.
Kami do'a kan agar Ukhti Yusverina diberi kesembuhan serta kesabaran menerima hasil pengobatan nantinya. Juga kepada para pendamping beliau semoga sabar menjalankan tugas yang diamanahkan masyarakat Aceh.
Inilah sepenggal Kisah Hidup yang telah dialami Yusverina :
CURAHAN KASIH UNTUK SAUDARI KITA YUSVERINA


YUSFERINA DULU

Yusverina adalah seorang gadis remaja periang yang lahir dan besar di Aceh, tepatnya di Kp. Baru, Kota Sigli. Yusverina tinggal bersama kedua orang tua dan 4 orang saudara yang sangat menyayanginya
Mempunyai hobbi menanam bunga, Ria (sapaan akrabnya) menghabiskan hari-harinya dengan penuh semangat dan cita-cita. “Dulu Ria bercita-cita ingin menjadi seorang Psikiater yang bisa membantu memberikan motivasi dan semangat kepada orang banyak” kenangnya.
Di Kota Lhokseumawe, dara ini menamatkan jenjang pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Rencananya, begitu selesai pendidikan Sekolah Menengah Atas, demi meraih impiannya, Ria ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negri (PTN) favorit di indonesia.
Begitulah kehidupan indah yang dijalani oleh ria, namun semua itu menjadi hilang tak berbekas, seakan mustahil seandainya kita bisa melihat keadaannya sekarang.
Allah telah menetukan jalan makhluk sesuai dengan keinginan-Nya, tanpa bisa ditebak.


UJIAN HIDUP YUSVERINA

Sudah 11 tahun lamanya dara yatim piatu ini menanggung penderitaannya sendiri.
Lumpuh, tidak bisa berjalan seperti adanya orang biasa. Masa pertumbuhan dan pubertas harus dilewatinya diatas kursi roda. Memasuki usia 17 tahun, anak ke-3 dari 5 bersaudara ini harus mengalami rasa sakit dan menderita penyakit “Paraplegia (Lumpuh setengah badan kebawah)” yang membuatnya tidak dapat berjalan. Keinginan untuk menjadi psikolog profesional pun sekarang sudah hilang dalam angan-angannya.
Kecelakaan naas yang terjadi pada 1 Januari 1997 di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Mobil keluarga yang mereka naiki, masuk kedalam jurang dalam perjalanan pulang ke Aceh ketika dia bersama seluruh keluarga pergi menjenguk sang abang yang mengalami kecelakaan di Jakarta.
Hanya beberapa orang yang selamat dalam kecelakaan tersebut termasuk dirinya sendiri. Tapi malang bagi Ria, dia selamat tetapi dengan luka yang dideritanya seumur hidup. Kejadian itu tidak hanya merengut cita-cita yang telah didambakannya semenjak dulu, tetapi juga kedua orang tuanya.
Pertengahan tahun 2006, derita lumpuh yang sudah ditanggungnya selama ini semakin bertambah dengan munculnya luka-luka yang mengeluarkan cairan berbau tidak sedap disekitar pinggul kebawah. Menurut dokter, Ria terkena penyakit “Ulcus bicubitus” karena kondisi pinggul Ria yang sudah terlalu lama duduk dan selalu lembab. Terakhir ketia Check Up PA Tahun 2009, ternyata Yusverina juga menderita penyakit Tuber Kulosis (TB) Kalenjar pada bagian lehernya.
Sekarang, Ria sudah tidak dapat lagi merasakan setengah bagian tubuhnya kebawah. Untuk buang air keluar begitu saja tanpa disadarinya. Begitu berat penderitaan yang ditanggung oleh Ria.
Biodata

Nama : Yusverina
TTL : Sigli,8 April 1980
Alamat : Jl. Tandi Lr. Toke Haji No. 7 Neusu
Anak : Ke 3 dari 5 Bersaudara
Pendidikan : SDN 7 Sigli
SMP 1 Sigli
SMA 1 Sigli Selama 2 Tahun
SMA Taman Siawa, Tamat Tahun 2000
Hobby : Memasak, Membaca, Menanam Bunga
Hias (Bonsai)
Cita-Cita : Menjadi Seorang Psikolog Profesional


PERJALANAN PENGOBATAN YUSVERINA

Keputusan dokter Rumah Sakit Caritas, Palembang, untuk segera mengoperasi Ria secepat mungkin setelah kecelakaan guna menghindari resiko kelumpuhan ternyata tidak membuahkan hasil. Oleh Tim Medis RS Caritas, kepada Ria dilakukan operasi pasang pent. Namun tetap saja Ria tidak dapat berjalan setelah Operasi tersebut.
Selesai operasi, Ria kembali pulang ke Sigli dan melakukan Pengobatan Alternatif dalam usahanya agar dapat berjalan seperti sediakala. Setelah berobat Alternatif + selama 9 Bulan di Sigli, usahanya untuk kembali sehat belum membuahkan hasil. Tapi seakan Ria tidak mau berhenti ber-ikhtiar bagi kesembuhannya, Ria kembali mencoba untuk berobat pada Pengobatan Alternatif di Lhokseumawe.
Selama berobat Alternatif di Lhokseumawe ini, Ria sempat melanjutkan Pendidikan SMA nya yang sempat tertunda, meski harus tetap memakai kursi roda. Alhamdulillah ada seorang Ibu angkat yang besedia membiayai pendidikannya di SMA Taman Siswa, Arun. Berkat Pertolongan Allah SWT ia berhasil menamatkan Pendidikan SMA nya pada tahun 2000.
Setelah Tamat dari SMA, pada bulan november 2007 dan januari 2008 Ria kembali melakukan Operasi di RSU Zainal Abidin dengan menggunakan fasilitas kartu Askeskin. Cobaan masih harus dijalani dara malang ini, karena setelah selesai menjalani operasi, ia masih tetap belum dapat menggerakkan kedua belah kakinya. Sementara itu ia terus melanjutkan terapi alternatif di Lhokseumawe + 4 tahun lamanya. Disini ia mulai bisa sedikit menggerakkan kaki, tapi malang orang yang memberikan terapi tersebut meninggal dunia.
Ria tetap tidak putus asa. Terus dan terus tanpa kenal menyerah, sambil berdoa memohon kesembuhan kepada Allah SWT, ria tetap melanjutkan terapi alternatifnya di sigli. 2 Tahun lamanya terapi yang dijalani Ria, tetapi kesembuhan yang dinantikannya tidak kunjung tiba.



KETABAHAN YUSVERINA

Akhirnya dia pindah ke Banda Aceh untuk tinggal bersama Kakaknya yang sedang Kuliah di Fakultas Kedokteran Unsyiah. Malang tak dapat diraih, takdir tak dapat ditolak, 26 Desember 2004, Tsunami pun datang dan merenggut nyawa sang Kakak yang selama ini mengurus dan memenuhi kebutuhan dirinya. Ria sendiri tidak luput dari terjangan arus gelombang tsunami. Sempat terbawa air disaat masih diatas kursi roda, tapi ia berhasil menyelamatkan diri..
Sudah 11 tahun lamanya menderita penyakit yang semakin lama bukannya semakin sembuh, tetapi semakin parah, Ria tetap tabah, bertawakal atas ketentuan yang telah ditetapkan untuknya. Segala macam ikhtiar/ usaha telah dilakukan untuk menyembuhkan penyakitnya, namun Allah menetapkan lain.
Tidak terhitung lagi berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk pengobatan dan penyembuhan Ria. Rumah telah terjual, tabungan sudah terpakai habis. Hanya ketabahan didalam ketawqaan kepada-Nya lah yang membuat Ria sampai dengan saat ini bertahan menjalani hidupnya.
Sekarang, Yusverina tinggal dirumah sewa bersama adiknya yang telah menikah di daerah Kelurahan Neusu, Jl. Tandi Lr. Toke Haji No. 7, Banda Aceh. Beban adiknya sudah cukup banyak, ditambah lagi harus membiayai adik bungsu mereka yang kini sedang kuliah


DARI KITA UNTUK YUSVERINA

Yayasan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Banda Aceh sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak dibidang kesehatan yang menjadi fasilitator penggalangan dana untuk pengobatan dan perawatan yusverina telah melakukan perawatan intensive dan continue kepada yusverina di Rumah Sakit BSMI Banda Aceh, baik berupa konsul rutin ke dokter spesialis penyaklit dalam, bedah plastik juga ortopedi. Rencananya, jika dana yang terkumpul sudah mencukupi, Yayasan BSMI Banda Aceh akan segera mengirim yusverina ke An-Nur Specialist Hospital Kuala Lumpur, Malaysia untuk pengobatan dan operasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, melalui presentasi ini kami mengajak kita semua untuk ikut membantu yusverina, tidak hanya semangat dan motivasi, tetapi juga dalam bentuk sumbangan dana untuk membiayai pengobatan dan perawatan yusverina.
Kepada Saudara sekalian yang mau membantu saudara kita Yusverina, silahkan menyalurkan bantuan melalui :

Bank Syariah Mandiri
No. Rekening : 1790004788
a/n : Yayasan BSMI Cabang Banda Aceh